Jumat, 22 Mei 2015

algoritma dan pemrograman 1 ( c++ )

algoritma dan pemrograman 1 ( c++ )

Add caption
PENGENALAN C++


1.1 Pendahuluan
C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada dua kompiler umum yaitu: C++ Borland, C++ Microsoft Visual. Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda.
C++ merupakan perluasan bahasa C dengan tambahan fasilitas kelas (Class). Dengan fasilitas ini, maka C++ mendukung teknik pemrograman berorientasi objek (object oriented programming). Pengembang aplikasi (application development) dengan C++ dikeluarkan oleh sejumlah vendor, dua diantaranya adalah yang dikeluarkan oleh Microsoft dan Borland.
Program C++ berupa sekumpulan fungsi. Bahkan program utama juga berbentuk fungsi, yaitu fungsi main(). Kode C++ bersifat case sensitive, artinya membedakan antara huruf kapital dengan huruf kecil. Jadi, sintak main() tidak sama dengan Main().
Bahasa C dan C++ merupakan bahasa yang sangat populer dalam dunia pengembangan perangkat lunak. Kedua bahasa ini digolongkan ke dalam bahasa tingkat menengah (middle level language).
Bahasa C++ didasarkan atas bahasa C sehingga kita dapat melakukan kompilasi program-program yang ditulis dalam bahasa C dengan menggunakan compiler C++. Keistimewaan dari bahasa C++ adalah karena bahasa ini mendukung pemrograman berarah objek atau yang lebih sering dikenal dengan istilah Object Oriented Programming (OOP).
Mengapa perlu Object Oriented Programming (OOP)?
  • Mempermudah programmer menulis program.
  • Mempercepat proses pembuatan program
  • Mempermudah pemeliharaan program
Bahasa C
  • Fleksibel: dapat mengakses/mendekati mesin, namun mudah dimengerti oleh manusia.
  • Portabel: dipakai mulai dari komputer mikro sampai superkomputer.
  • Bahasa yang paling banyak digunakan dalam ilmu komputer, untuk membuat OS, aplikasi, dll.
  • Banyak didukung oleh banyak pustaka (libraries)
Bahasa C++
  • Merupakan pengembangan bahasa C dan diberi kemampuan OOP.
  • C++ merupakan subset dari bahasa C, maka pustaka yang ditulis dalam bahasa C dapat dipergunakan dalam bahasa C++.

1.2  Fungsi main()
Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya biasa diakses oleh header filenya. Sebuah program C++ minimal mengandung sebuah fungsi yaitu fungsi main(). Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++.

Contoh:
#include<iostream.h>
int main()
{
  cout <<"Selamat menggunakan C++";
}




Atau
#include<iostream.h>
int main()
{
  cout <<"Selamat menggunakan C++";
  return 0;
}

Keterangan:
§  #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untukmeletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Dengan menyertakan header file, anda dapat mengakses banyak fungsi fungsi berbeda. Dalam contoh diatas, fungsi cout memerlukan file iostream.h.
§  Main adalah nama judul fungsi.
§  Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. Baris ini mengatakan kepada kompiler bahwa ada sebuah fungsi bernama main, yang mana fungsi itu mengembalikan sebuah integer, sehingga diberi tanda int.
§  Tanda { pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program. Jika anda memakai bahasa Pascal, anda akan mempergunakan perintah BEGIN dan END.
§  Pemakaian fungsi cout dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda.
§  memakai tanda atau symbol <<, yang diketahui sebagai operator pemasukan (insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. Tanda semicolon ditambahkan kedalam bagian akhir dari semua fungsi yang dipanggil dalam bahasa C++; tanda seterusnya memperlihatkan variable yang anda deklarasikan.
§  ”Selamat menggunakan C++“ adalah suatu pernyataan yang diapait oleh tanda petik ganda. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan tanda titik koma (;).
§  return 0 maksudnya pada baris ini juga ada kode yang memerintahkan fungsi main kembali ke 0. Pada saat satu kali kembali diproses, itu dilakukan melalui system operasi.




2.3  Baris #include<iostream.h>
#include <iostream.h> Baris tersebut menginstruksikan kepada kompiler untuk menyisipkan file lain (pada contoh diatas yaitu iostream.h) pada saat program dikompilasi. File-file yang berakhiran dengan .h disebut file header yaitu file yang berisi deklarasi.
#include adalah salah satu pengarah praprocessor yang tersedia pada C++.
Bentuk umum #include bisa berupa:
o   #include <namafile>
Mengisyaratkan bahwa pencarian file dilakukan pada direktori khusus (direktori file include yang bisa disetel melalui kompiler).
o   #include “namafile”
Menyatakan bahwa pencarian file (namafile) dilakukan pertama kali pada direktori kerja. Jika namafile tidak ditemukan pada direktori kerja maka akan dicari pada direktori yang tercantum pada variabel lingkungan bernama PATH.

2.4   Kerangka program C++
#include <iostream.h>
//Protopype fungsi
tipe_data nama_fungsi(parameter1,parameter2,..);

//Fungsi utama
void main()
{
  statemen_yang_akan_dilakukan;
  ...
  return 0;
}

//Implementasi fungsi
tipe_data nama_fungsi(parameter1,parameter2,...)
{
  statemen_yang_akan_dilakukan;
  ...
}


2.5  Contoh program C++
Listing 1.1 program masukkan bilangan
#include <iostream.h>
int main()
{
 int x;
//Menampilkan teks untuk informasi
cout <<“Masukkan sebuah bilangan:“;
//Membaca nilai dari keyboard dan menyimpannya ke dalam variabel x
cin >> x;
//Menampilkan nilai yang dimasukkan ke layar
cout << ”Bilangan yang Anda masukkan adalah: ” << x;
return 0;
}

Hasil eksekusi program:

Listing 1.2 program penjumlahan dua buah bilangan
#include <iostream.h>
int main()
{
 int x, y, z;
 cout <<“Masukkan bilangan kesatu:“;
 cin >> x;
 cout <<“Masukkan bilangan kedua:“;
 cin >> y;
 z = x + y;
 cout << ”Jadi hasil penjumlahannya adalah: ” << z;
 return 0;
}

Latihan dan Penyelesaian:
1. Buatlah program untuk menjumlahkan dan mengurangi dua buah bilangan!
   
    Penyelesaian:
            Listing program no 1
#include <iostream.h>
int main()
{
 int x, y, tambah, kurang;
 cout <<"Masukkan bilangan kesatu:";
 cin >> x;
 cout <<"Masukkan bilangan kedua:";
 cin >> y;
 tambah = x + y;
 kurang= x - y;
 cout << "Jadi hasil penjumlahan adalah: " <<tambah<<endl;
 cout << "Jadi hasil pengurangan adalah: " <<kurang<<endl;
 return 0;
}

2. Buatlah program untuk menghitung nilai mata uang dalam bentuk dollar, yen, dan peso.     Adapun inputannya adalah nilai rupiah, dengan ketentuan sebagai berikut:
Dollar = rupiah / 8500
Yen = rupiah / 4000
Peso = rupiah / 2500

Penyelesaian:
Listing program no 2
//Program menghitung mata uang
#include<iostream.h>
int main()
{
 int rupiah, dollar, yen, peso;
 cout<<”Masukkan nilai rupiah: “;
 cin>>rupiah;
 dollar = rupiah / 8500;
 yen = rupiah / 4000;
 peso = rupiah / 2500;
 cout<<”Nilai dollar adalah: “<<dollar<<endl;
 cout<<”Nilai yen adalah: “<<yen<<endl;
 cout<<”Nilai peso adalah: “<<peso<<endl;
 return 0;
}


OPERATOR PADA C++


Operator adalah simbol yang mengolah nilai pada operan dan menghasilkan satu nilai baru. Setiap operator mengolah data dengan satu cara tertentu. Operator-operator ini dapat dikelompokan menjadi 4 bagian yaitu:
1. Operator Assignment
Adalah operator yang berfungsi untuk memasukkan (assign) nilai ke dalam suatu variabel ataupun konstanta. Operator ini dilambangkan dengan tanda sama dengan (=)
#include <iostream.h>
int main (){
//mendeklarasikan variabel
char MyChar;
char*MyString;
int MyInteger;
double MyDouble;
//melakukan assignment thd variabel diatas
MyChar = 'C';
MyString = "Rahasia C++";
MyInteger = 24;
MyDouble = 22.021;
//menampilkan nilai dari variabel
cout<<"MyChar:"<<MyChar<<endl;
cout<<"MyString:"<<MyString<<endl;
cout<<"MyInteger:"<<MyInteger<<endl;
cout<<"MyDouble:"<<MyDouble<<endl;
return 0;
}






Hasil Eksekusi

2. Operator Unary
Adalah operator yang hanya melibatkan sebuah operand. Yang termasuk ke dalam tabel operator unary antara lain:
Operator
Jenis Operasi
Contoh
+
Membuat nilai positif
+7
-
Membuat nilai negatif
-7
++
Increment
C++
--
Decremen
C--

Increment adalah suatu penambahan nilai yang terjadi pada sebuah variabel. Operator yang digunakan untuk melakukan increment adalah operator ++. Operator ini menambahkan nilai dari suatu variabel dengan nilai 1. Ada dua jenis increment yang terdapat dalam C++ yaitu pre-increment dan post-incrementPre-increment artinya melakukan penambahan nilai sebelum suatu variabel itu diproses. Post-incremen artinya melakukan proses terlebih dahulu sebelum dilakukan penambahan nilai.
Decrement merupakan kebalikan dari proses increment, yaitu menurunkan (mengurangi) nilai dari suatu variabel. Decrement juga dibagi 2 yaitu pre-decrement dan post-decremen.
Contoh:
#include <iostream.h>
int main ()
{
int A; //mendeklarasikan variabel
A = 5;
cout<<"Contoh melakukan pre-increment \n";
cout<<"Nilai A awal adalah : "<<A<<endl;
cout<<"Nilai ++A adalah :"<<++A<<endl;
cout<<"Nilai A akhir adalah:"<<A<<endl;
cout<<'\n'<<endl;
cout<<"Contoh melakukan pre-decrement \n";
cout<<"Nilai A awal adalah : "<<A<<endl;
cout<<"Nilai --A adalah :"<<--A<<endl;
cout<<"Nilai A akhir adalah:"<<A<<endl;
cout<<'\n'<<endl;
//mengubah nilai A menjadi 10
A = 10;
cout<<"Contoh melakukan pre-increment \n";
cout<<"Nilai A awal adalah : "<<A<<endl;
cout<<"Nilai A++ adalah :"<<A++<<endl;
cout<<"Nilai A akhir adalah:"<<A<<endl;
cout<<'\n'<<endl;
cout<<"Contoh melakukan pre-decrement \n";
cout<<"Nilai A awal adalah : "<<A<<endl;
cout<<"Nilai A-- adalah :"<<A--<<endl;
cout<<"Nilai A akhir adalah:"<<A<<endl;
cout<<'\n'<<endl;
return 0;
}

3. Operator Binary
Adalah operator yang digunakan dalam operasi yang melibatkan dua buah operand. Operator Binary dikelompokan menjadi 4 jenis yaitu:
a.    Operator Aritmatika
Adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi-operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, dsb.
Operator
Jenis Operasi
Contoh
+
penjumlahan
2 + 3 = 5
-
pengurangan
5 – 2 = 3
*
perkalian
2 * 3 = 6
/
pembagian
10 / 3 = 3.33
%
Sisa bagi (modulus)
10 % 3 = 1
Contoh:
#include<iostream.h>
int main ()
{
int X = 10, Y = 3;
int jumlah, kurang, kali, bagi, sisa_bagi;
jumlah = X + Y;
kurang = X - Y;
kali = X * Y;
bagi = X / Y;
sisa_bagi= X % Y;
cout<<X<<"+"<<Y<<"="<<jumlah;
cout<<'\n';
cout<<X<<"-"<<Y<<"="<<kurang;
cout<<'\n';
cout<<X<<"*"<<Y<<"="<<kali;
cout<<'\n';
cout<<X<<"/"<<Y<<"="<<bagi;
cout<<'\n';
cout<<X<<"%"<<Y<<"="<<sisa_bagi;
return 0;
}

b.    Operator Logika
Adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi dimana nilai yang dihasilkan dari operasi tersebut hanya bernilai benar (true / 1) atau salah (false / 0). Nilai ini biasa disebut dengan boolean. Yang termasuk operator logika antara lain:
Operator
Jenis Operasi
Contoh
&&
AND (dan)
1 && 1 = 1
||
OR (atau)
1 || 0 = 1
!
NOT (negasi)
!0 = 1

c.    Operator Relasional
Adalah operator yang digunakan untuk menentukan relasi atau hubungan dari dua buah operand. Operator ini banyak digunakan untuk melakukan pengecekan sebuah ekspresi (kondisi) dalam struktur percabangan.
Operator AND hanya akan menghasilkan nilai 1 (benar) jika semua operand-nya bernilai benar, namun jika tidak maka operasi tersebut akan menghasilkan nilai 0 (salah).
Operator OR hanya akan menghasilkan nilai 0 (salah) jika semua operand-nya bernilai salah, namun jika tidak maka operasi tersebut akan menghasilkan nilai 1 (benar).
Nilai yang dihasilkan oleh nilai NOT adalah kebalikan dari nilai yang dikandung di dalamnya. Jika nilai awal 1 (benar) maka nilai operasi NOT menjadi 0 (salah).
Yang termasuk ke dalam operator relasional antara lain:
Operator
Jenis Operasi
Contoh
Lebih besar
(5 > 2) = 1
Lebih kecil
(5 < 2) = 0
>=
Lebih besar atau sama dengan
(5 >= 2) = 1
<=
Lebih kecil atau sama dengan
(5 <= 2) = 0
==
Sama dengan
(5 == 2) = 0
!=
Tidak sama dengan
(5 != 2) = 1

d.    Operator Bitwise
Adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi-operasi yang berhubungan dengan pemanipulasian bit. Catatan operator bitwise hanya dapat dilakukan pada operand yang bertipe char dan int. Yang termasuk dalam operator bitwise anta lain:
Operator
Jenis Operasi
Contoh
&
AND
1 & 0 = 0
|
OR
1 | 0 = 1
^
Eklusive OR (XOR)
1 ^ 0 = 0
~
NOT
~1  = 0
>> 
Shift Right
5 << 1 = 10
<< 
Shift Left
10 >> 1 = 5

4. Operator Ternary
Adalah operator yang digunakan dalam operasi yang melibatkan tiga buah operand. Bentuk umum:
Ekspresi1? Ekspresi2: Ekspresi3;

Jika ekspresi1 bernilai benar, maka program akan mengeksekusi ekspresi2. Sedangkan jika ekspresi1 salah maka yang dieksekusi adalah ekspresi3.

5. Operator Increment dan Decrement
Bahasa C++ menyediakan operator yang disebut increment dan decrement. Operator ini digunakan untuk menaikkan atau menurunkan nilai suatu variable sebesar 1.
Operator Keterangan
++ Operator increment
-- Operator decrement
Penempatan operator tersebut dapat di awal variabel atau di belakangnya.
Contoh:
x = x + 1;
y = y – 1;
dapat ditulis
++x;
--y;
atau
x++;
y--;
Secara sekilas tak ada perbedaan antara ++x dan x++ atau --y dan y— Perhatikan contoh berikut ini:
r = 10;
s = 10 + r++;
cout << “Nilai r = ”<< r << “\n”;
cout << “Nilai s = ”<< s << “\n”;
bandingkan dengan
r = 10;
s = 10 + ++r;
cout << “Nilai r = ”<< r << “\n”;
cout << “Nilai s = ”<< s << “\n”;

8. Operator Majemuk
C++ menyediakan operator yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan operasi assignment, misalnya:
x = x + 2;
y = y * 4;
z = z / 5;
w = w – 8;
dapat ditulis
x += 2;
y *= 4;
z /= 5;
w -= 8;


LATIHAN :
1. Buatlah program C++ untuk mencari rata-rata 5 buah bilangan 34, 56, 91, 11, 22!
2. Suatu ember berbentuk tabung dengan tutupnya terbuka berisi air penuh. Jari-jari  alas ember adalah 10.5 cm, dan tingginya 5 cm. Kemudian sebuah kerucut dengan jari-jari alas yang berbentuk lingkaran adalah 4 cm dan tingginya 4.7 cm dimasukkan ke dalam ember. Akibatnya sebagian air dalam ember tumpah.
    Dengan menggunakan program C++ hitunglah berapa liter air yang tumpah?
3. Diketahui 3 buah lingkaran dengan posisi saling menindih

Jari-jari lingkaran A adalah 10 cm, jari-jari lingkaran B adalah 12 cm, dan C
adalah 14 cm. Dengan menggunakan program C++ hitunglah luas bagian
yang diarsir.
PERCABANGAN

Salah satu permasalahan yang pasti ditemui dalam pembuatan program adalah suatu percabangan. Percabangan yang dimaksud adalah suatu pemilihan statemen yang akan dieksekusi dimana pemilihan tersebut didasarkan atas kondisi tertentu.  Pada C++ jenis struktur yang digunakan untuk mengimplementasikan suatu percabangan ada dua yaitu: struktur if dan struktur switch.
 Statemen yang terdapat dalam sebuah blok percabangan akan dieksekusi jika kondisi yang didefinisikan terpenuhi (bernilai benar) Artinya jika kondisi tidak terpenuhi (bernilai salah) maka statemen tersebut tidak ikut dieksekusi atau akan diabaikan oleh compiler.

1.    Struktur satu kondisi (perintah if)
Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana karena hanya melibatkan satu buah ekspresi akan diperiksa. Pada konstruksi perintah if, C++ tidak memiliki kata kunci (keyword) then.
Bentuk umum:
if  (kondisi)
  pernyataan;
atau
if (kondisi)
{
  statemen1;
  statemen2;
  …
  pernyataann;
}
Contoh:
  • if (detik == 60)
menit = menit + 1;
  • if (Angka %2 == 0)
cout<<”Bilangan genap”;
  • if (sisi  > 0)
{
          Luas = panjang * lebar;
          Isi = Luas*tinggi;
}
Kondisi digunakan untuk menentukan pengambilan keputusan, operator yang digunakan adalah relational dan logical operators.
Contoh program:
#include <iostream.h>
int main()
{
 int nilai;
//memasukkan bilangan bulat
cout<<”Masukkan sebuah bilangan bulat: “;
cin>>nilai;
//menampilkan teks jika nilai yang tersimpan lebih besar dari 0
if (nilai > 0)
cout<<“Nilai yang Anda masukkan adalah bilangan positif“;
return 0;
}

Hasil eksekusi program di atas bersifat dinamis artinya tidak setiap proses eksekusi program akan menghasilkan hasil yang sama.  Jika user memasukkan angka lebih besar dari 0 maka program ini akan menampilkan teks “Nilai yang Anda masukkan adalah bilangan positif”.
Selain itu kita juga bisa nenggunakan operator || dan && dalam menentukan sebuah ekspresi. Contoh program:
#include <iostream.h>
int main()
{
 int bilangan;
 char huruf;
//memasukkan bilangan bulat
cout<<”Masukkan sebuah bilangan bulat: “;
cin>>bilangan;
if ((bilangan > 0) && (bilangan < 10))
cout<<bilangan<<” lebih besar dari nol dan lebih kecil dari  sepuluh”;
//memasukkan huruf
cout<<“\n“;
cout<<”Masukkan sebuah huruf: “;
cin>>huruf;
if ((huruf == ‘A’) || (huruf == ‘a’) || (huruf == ‘I’) ||
(huruf == ‘i’) || (huruf == ‘U’) || (huruf == ‘u’) ||
(huruf == ‘E’) || (huruf == ‘e’) || (huruf == ‘O’) ||
(huruf == ‘o’))
{
 cout<<huruf<<” adalah huruf vokal”;
}
return 0;
}

2.    Struktur dua kondisi (perintah if – else)
Struktur percabangan jenis ini sedikit lebih kompleks bila dibandingkan dengan struktur yang hanya memiliki satu kondisi. Konsep ini sangat sederhana yaitu pada struktur jenis ini terdapat sebuah statemen khusus yang berguna untuk mengatasi kejadian apabila kondisi yang didefinisikan tersebut tidak terpenuhi (bernilai salah). Perintah ini memberikan satu alternatif dari dua kemungkinan.
Bentuk umum:
if (kondisi)
{
  statemen_jika_kondisi_terpenuhi;
}
else
{
 statemen_jika_kondisi_tidak_terpenuhi;
}

Contoh:
#include <iostream.h>
int main()
{
 int nilai;
//memasukkan bilangan bulat
cout<<”Masukkan sebuah bilangan bulat: “;
cin>>nilai;
//pengecek bilangan apakah habis dibagi dua atau tidak
if (nilai %2 == 0)
{
  cout<<nilai<<“adalah bilangan genap“;
}
else
{
  cout<<nilai<<“adalah bilangan ganjil“;
}
return 0;
}

3.    Struktur tiga kondisi (perintah multiple if – else)
Struktur ini merupakan struktur percabangan yang biasanyamembingungkan para programmer pemula. Percabangan jenis ini merupakan perluasan dari struktur yang memiliki dua kondisi diatas yaitu dengan menyisipkan satu atau lebih kondisi ke dalamnya.
Bentuk umum:
if (kondisi1)
{
  statemen_jika_kondisi1_terpenuhi;
}
else if (kondisi2)
{
 statemen_jika_kondisi2_tidak_terpenuhi;
}
        else if (kondisi3)
{
 statemen_jika_kondisi3_tidak_terpenuhi;
}
        ....
   else
{
 statemen_jika_semua_kondisi_tidak_terpenuhi;
}
Contoh program:
#include <iostream.h>
int main()
{
 int nilai;
//memasukkan bilangan bulat
cout<<”Masukkan sebuah bilangan yang akan diperiksa: “;
cin>>nilai;
//pengecek bilangan apakah habis dibagi dua atau tidak
if (nilai > 0)
{
  cout<<nilai<<“ adalah bilangan positif“;
}
else if (nilai < 0)
{
  cout<<nilai<<“ adalah bilangan negatif“;
}
else
{
  cout<<“Anda memasukkan bilangan NOL“;
}
return 0;
}

4.    Perintah switch
Perintah ini memiliki bentuk switch – case yang digunakan untuk pilihan berjumlah banyak. Perintah switch tidak dianjurkan pada pilihan yang melibatkan jangkauan nilai (range) tetapi dianjurkan pada pilihan berupa konstanta dan banyak misalnya untuk memilih menu.

Bentuk umum:
switch (pernyataan)
{
   case nilai_konstan1:
         blok_pernyataan1;
         break;
   case nilai_konstan2:
         blok_pernyataan2;
         break;
   …
   default;
         blok_pernyataan_n;
}

Keterangan:
Tipe data dari pernyataan harus bilangan bulat atau karakter.
Default berguna untuk mengekspresikan statemen alternatif yaitu jika nilai yang kita masukkan tidak sesui dengan nilai-nilai konstan yang telah didefinisikan.
Statemen break berfungsi sebagai statemen peloncatan.
Contoh program:
#include <iostream.h>
int main()
{
int bil;
cout<<"Masukkan sebuah angka (1 .. 7):";
cin>>bil;
switch (bil)
{
case 1:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  MINGGU";
break;
case 2:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<" adalah  SENIN";
break;
case 3:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  SELASA";
break;
case 4:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  RABU";
break;
case 5:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  KAMIS";
break;
case 6:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  JUMAT";
break;
case 7:
cout<<"Hari ke-"<<bil<<"adalah  SABTU";
break;
}
return 0;
}


hasil eksekusi


Latihan:
  1. Buatlah program untuk menentukan masukkan dari user apakah berupa huruf vokal atau konsonan!
2.    Buatlah program untuk menentukan huruf, dengan ketentuan sebagai berikut:
a.    Jika karakter >=’A’ dan karakter <=’Z’ maka Karakter yang Anda masukkan adalah huruf besar.
b.    Jika karakter >=’a’ dan karakter <=’z’ maka Karakter yang Anda masukkan adalah huruf kecil.
c.    Jika karakter >=’0’ dan karakter <=’9’ maka Karakter yang Anda masukkan adalah Angka.
d.    Jika bukan semuanya berarti Karakter yang Anda masukkan adalah bukan alphanumeric





Penyelesaian:
  1. Listing programnya:
#include<iostream.h>
int main()
{
 char huruf;
  cout<<"Masukkan sebuah huruf: ";
      cin >>huruf;
      if ((huruf == 'A') || (huruf == 'a') || (huruf == 'I') ||
      (huruf == 'i') || (huruf == 'U') || (huruf == 'u') ||
      (huruf == 'E') || (huruf == 'e') || (huruf == 'O') ||
      (huruf == 'o'))
      {
      cout<<huruf<<" adalah huruf vokal";
      }else
      {
       cout<<huruf<<" adalah huruf konsonan";
      }
 return 0;
}


  1. Listing Programnya:
//Program menentukan huruf
#include<iostream.h>
int main()
{
 char karakter;
 cout<<”Masukkan sebuah karakter: “;
 cin>>karakter;
 if (karakter >=’A’ && karakter <=’Z’)
   cout<<”Masukkan Anda adalah huruf besar”;
 else if (karakter >=’a’ && karakter <=’z’)
cout<<”Masukkan Anda adalah huruf kecil”;
 else if (karakter >=’0’ && karakter <=’9’)
cout<<”Masukkan Anda adalah angka”;
 else
   cout<<”Masukkan Anda bukan alphanumeric”;
 return 0;
}





0 komentar:

Posting Komentar